Purna Tugas Ibu Marini, Tongkat Kepemimpinan SMPN 1 Cicurug Diserahkan ke Plt Baru

Momen haru saat Ibu Marini, S.Pd., M.MPd. menerima cinderamata sebagai tanda penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya selama 8 tahun menjabat Kepala Sekolah SMPN 1 Cicurug, dalam acara pelepasan purna tugas. (Foto: Istimewa).

Sukabumi | Matanusa.net – Langit cerah di atas Lapangan SMP Negeri 1 Cicurug seolah ikut menyaksikan momen penuh kenangan dan penghargaan, pada Selasa (5/8/2025). Di tempat itulah, sebuah perpisahan hangat digelar sebagai bentuk penghormatan atas purna tugas Ibu Marini, S.Pd., M.MPd., yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai Kepala Sekolah.

Lebih dari sekadar seremoni, acara tersebut menjadi ajang ungkapan cinta dan apresiasi dari seluruh warga sekolah kepada sosok pemimpin yang selama delapan tahun terakhir telah menjadi “ibu” bagi semua.

Dalam balutan kebaya hijau lembut, Ibu Marini tampak tersenyum haru saat satu per satu guru dan siswa menyampaikan pesan dan kesan. Sosoknya dikenal luas karena kelembutan dalam kepemimpinan, namun tetap berwibawa dan disiplin. Ia tidak hanya memimpin dengan aturan, tetapi dengan ketulusan dan empati.

“Ibu Marini itu pemimpin yang benar-benar hadir untuk kami. Ia tidak hanya membimbing, tetapi juga mendengarkan dan memberi ruang bagi kami berkembang,” ujar Yusi Harini, Humas sekolah sekaligus ketua panitia acara.

Selama masa jabatannya, berbagai inovasi pendidikan, perbaikan sistem, serta pendekatan personal terhadap guru dan siswa menjadi bagian dari warisan kepemimpinan Ibu Marini. Tak heran, banyak yang menyebut kepergiannya sebagai ‘kehilangan besar’ bagi sekolah.

Di tengah acara, turut dikenalkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah yang baru, yakni Bapak Kandar, M.Pd. dari SMP Negeri 1 Ciambar. Penunjukan ini disambut dengan harapan agar kepemimpinan sekolah tetap berjalan dengan semangat yang sama.

“Kami percaya, Pak Kandar bisa melanjutkan fondasi yang sudah dibangun Ibu Marini. Tantangannya tentu tidak ringan, tapi keluarga besar sekolah siap mendukung,” tambah Yusi.

Bukan hanya Ibu Marini yang dilepas dengan penuh hormat, sosok lain yang juga ikut memasuki masa pensiun adalah Ibu Imas dari staf Tata Usaha. Dengan masa pengabdian selama 35 tahun, Ibu Imas merupakan saksi hidup perjalanan sekolah dari masa ke masa.

“Ibu Imas itu seperti ‘penjaga gerbang’ sekolah. Diam-diam, beliau berperan besar dalam memastikan semua berjalan lancar,” ujar salah satu guru sambil menyeka air mata.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan cinderamata, persembahan puisi dari siswa, serta iringan lagu perpisahan yang membuat suasana semakin emosional. Tak sedikit yang meneteskan air mata, tak rela melepas dua sosok yang begitu berjasa.

Dalam sambutan singkatnya, Ibu Marini menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak selama ini.

“Saya bukan orang hebat. Tapi saya bersyukur pernah diberi kesempatan memimpin sekolah yang luar biasa ini. Terima kasih untuk semuanya. Saya pamit dengan bahagia,” ucapnya, menutup kalimatnya dengan senyum tulus.

Dengan berakhirnya masa tugas Ibu Marini dan Ibu Imas, sebuah babak baru dimulai di SMPN 1 Cicurug. Namun kenangan, nilai, dan semangat yang mereka tinggalkan akan selalu hidup dalam perjalanan sekolah ini ke depan.

Pos terkait