Jakarta | Matanusa.net — Pagi ini jalanan ramai bukan hanya oleh seragam putih-merah, tetapi juga oleh kemeja kerja yang digulung lengan dan wajah-wajah gugup para ayah. Di depan gerbang sekolah, satu per satu mereka menepuk pundak kecil yang membawa tas lebih besar dari badannya, tersenyum, lalu melepaskan anaknya dengan pelan — seolah sedang memberi sayap untuk terbang.
Inilah wajah lain dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Sebuah kampanye yang tidak hanya mengingatkan pentingnya pendidikan, tetapi juga pentingnya kehadiran.
Bagi seorang anak, hari pertama sekolah bukan hanya soal berani masuk kelas baru, bertemu guru baru, atau mencari tempat duduk. Lebih dari itu, ini soal belajar percaya diri karena tahu ada seseorang yang berdiri di luar gerbang, menunggu sambil berdoa pelan: “Semoga hari pertamamu indah, nak.”
Banyak ayah yang baru kali ini menyadari betapa berharganya momen ini.
“Biasanya saya cuma antar sampai parkiran, buru-buru ke kantor. Tapi hari ini saya tunggu dia sampai masuk kelas, lihat dia lambaikan tangan sambil senyum. Rasanya campur aduk, bangga dan terharu,” cerita Rendi, ayah dua anak di Jakarta Timur.
Para guru pun melihat dampak nyata dari kehadiran ayah. Anak-anak lebih rileks, lebih mudah beradaptasi, dan lebih cepat berani berinteraksi dengan teman baru. “Ada energi positif yang anak bawa dari tatapan ayahnya,” ujar salah satu guru.
Gerakan ini juga mengingatkan, anak tidak hanya butuh biaya sekolah, tetapi juga butuh pelukan, genggaman, dan tatapan bangga dari ayah. Kehadiran yang sering dianggap kecil ini ternyata bisa membekas jadi kenangan besar di hati anak selamanya.
Karena kelak, anak-anak ini mungkin tidak ingat berapa harga sepatu barunya. Tapi mereka akan selalu ingat siapa yang berdiri di gerbang sekolah di hari pertama mereka, tersenyum sambil berkata: “Ayah selalu ada.”
Jadi, kepada para ayah: jangan biarkan momen ini lewat begitu saja. Jemput senyum anakmu di pintu sekolah, temani langkah kecilnya hari ini… agar ia lebih berani melangkah besar di masa depan.