Jasad AG Ditemukan! Warga Cibadak Gempar, Keluarga Terpukul

Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan aparatur pemerintahan setempat tengah melakukan identifikasi dan olah TKP di lokasi penemuan mayat di bawah kolong Jembatan Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Istimewa).

Sukabumi | Matanusa.net – Warga Kecamatan Cibadak dikejutkan oleh penemuan sosok mayat yang membusuk di bawah Jembatan Sekarwangi, pada Senin (28/7/2025). Mayat itu ditemukan oleh seorang pemulung yang tengah mencari barang bekas, dan kini terungkap sebagai AG (26 tahun), pemuda asal Kampung Babakanpendeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Penemuan ini mengakhiri pencarian panjang selama lebih dari dua minggu yang dilakukan pihak keluarga dan warga sekitar, setelah AG dilaporkan hilang usai mengalami kecelakaan tragis di lokasi yang tak jauh dari jembatan tersebut.

Kronologi Kecelakaan dan Hilangnya AG

Peristiwa bermula pada Jumat dini hari, 11 Juli 2025, ketika AG dibonceng temannya mengendarai sepeda motor dari arah Sukabumi menuju Parungkuda. Tanpa diduga, kendaraan mereka bertabrakan dengan sebuah minibus dari arah berlawanan.

“Posisi AG waktu itu dibonceng. Setelah tabrakan, AG masih terlihat berdiri lalu berjalan ke arah jembatan,” ujar Asep Juana, paman AG, saat ditemui di RSUD Sekarwangi.

Kesaksian itu diperkuat oleh warga sekitar yang mengaku sempat melihat sosok laki-laki berjalan dalam keadaan sempoyongan ke arah bawah jembatan, namun kemudian menghilang tanpa jejak. Sejak hari itu, AG tak pernah kembali ke rumah.

Pencarian yang Panjang, Harapan yang Pupus

Pihak keluarga tak tinggal diam. Mereka melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian, menyusuri kolong jembatan, sungai, dan lingkungan sekitarnya. Namun, tak ada satu pun petunjuk yang mengarah pada keberadaan AG.

“Kami juga sebar informasi kehilangan, tapi nihil. Rasanya seperti hilang ditelan bumi,” kata Asep dengan mata berkaca-kaca.

Harapan keluarga untuk menemukan AG dalam keadaan selamat mulai memudar, hingga akhirnya kabar mengejutkan datang dua pekan kemudian.

Ditemukan Tanpa Nyawa, Identitas Terungkap Lewat Dompet

Senin siang, seorang pemulung yang tengah menyusuri area kolong Jembatan Sekarwangi mencium bau menyengat yang berasal dari tumpukan semak. Setelah dicek lebih dekat, ia terperanjat saat mendapati sesosok tubuh manusia dalam kondisi membusuk.

Polisi dan tim medis yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi. Dari barang-barang yang melekat pada tubuh korban, ditemukan sebuah dompet yang berisi identitas AG, yang kemudian dikonfirmasi oleh pihak keluarga.

“Waktu kami cek ke RSUD Sekarwangi, memang itu AG. Pakaiannya masih sama seperti terakhir kami lihat. Dompetnya pun masih ada,” tambah Asep.

Suasana haru dan penasaran warga mengiringi proses evakuasi jasad AG (26) oleh tim gabungan ke mobil jenazah. AG sebelumnya dilaporkan hilang usai kecelakaan dan ditemukan dalam kondisi meninggal di bawah jembatan.

Duka Mendalam dan Pertanyaan yang Tersisa

Jenazah AG kini telah diserahkan kepada keluarga dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum tak jauh dari rumah duka di Babakanpendeuy. Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga korban.

Namun di balik duka itu, muncul pertanyaan besar yang belum terjawab: apa yang sebenarnya terjadi pada AG setelah kecelakaan? Mengapa ia tak berhasil menyelamatkan diri, padahal masih terlihat berjalan sesaat setelah kejadian?

Pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kematian korban. Dugaan awal menyebutkan kemungkinan AG mengalami luka dalam atau trauma kepala, sehingga tak mampu meminta bantuan dan akhirnya meninggal di lokasi.

Tragedi yang Menggugah Kesadaran

Kisah tragis AG menjadi pengingat bahwa penanganan korban kecelakaan, terutama di malam atau dini hari, harus dilakukan dengan lebih sigap dan menyeluruh. Warga juga diimbau agar lebih tanggap ketika melihat seseorang dalam kondisi mencurigakan atau terluka di tempat umum.

“Semoga ini jadi pelajaran. Jangan anggap remeh jika ada orang yang terlihat kesakitan atau linglung. Bisa jadi, nyawanya sedang dalam bahaya,” ucap Asep menutup pernyataannya.

Pos terkait