Workshop e-Smart IKM, Pj Walkot Maksimalkan Digitalisasi untuk Pemasaran

D2/Koestopo

MATANUSA.NET SUKABUMI –

Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji menghadiri pembukaan kegiatan Workshop e-Smart Industri, Kecil, dan Menengah (IKM) di Jawa Barat di Hotel Anugrah, Sukabumi, Kamis (19/10/2023).

Kegiatan yang digelar Direktorat IKM Pangan, Furnitur dan bahan bangunan, Direktorat Jenderal Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini dalam rangka optimalisasi akun sosial media dan market place dalam digital marketing untuk meningkatkan penjualan. Dalam momen itu hadir Direktur IKM Pangan, Furnitur dn bahan bangunan Kemenperin dan Kepala Diskumindag Kota Sukabumi Agus Wawan Gunawan.

”Alhamdulillah acara ini adalah bentuk kolaborasi dukungan pemerintah hadir untuk meningkatkan kapasitas pengelola IKM khususnya di Kota Sukabumi,” ujar Pj Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji. Peran pemerintah pusat dan pemerintah kota dalam mendorong IKM dan pelaku usaha harus memanfaatkannya.

BACA JUGA : Atasi Blankspot, Wabup Iyos Hadiri FKS Kemenko Polhukam RI

Intinya kata Kusmana, pemerintah hadir memberikan solusi terkait akses pemasaran dengan memanfaatkan teknologi digital. ” Digitalisasi bukan pilihan tapi kewajiban, ketika meninggalkan digitalisasi akan tertinggal apalagi di bisnis dan persaingan globalisasi semakin terlihat,” jelasnya.

Kalau pelaku IKM tidak bisa adaptif terang Kusmana, maka akan tertinggal. Oleh karenanya baik terkait produksi dan pemasaran juga harus bersama-sama karena IKM skala kecil.

”Bila bersama-sama dan berkolaborasi ada masukan dari yang lain, menjadi agenda ke depan ada rumah produksi bersama,” cetus Kusmana. Tujuannya agar lebih efisien terkait biaya yang dikeluarkan IKM.

Dalam pemasaran digital ungkap Kusmana bisa bekerjasama dengan e-commerce yang sudah profesional. Pemerintah memfasilitasi bagaimana produk itu bisa masuk dengan kemasan menarik di e-commerce dan pelayanan juga harus bagus. 

Untuk semakin memajukan IKM terang Kusmana harus dengan melibatkan semua elemen termasuk saat ini dengan kementerian yang mempunyai program strategis. Sehingga kota meraih potensi karena anggaran terbatas.

”Siapa tahu ada swasta juga ada yang bisa mendukung, semangatnya beli dan cintai produk-produk UKM dan IKM lokal kalau bukan kita siapa lagi,” cetus Kusmana. Terkait kegiatan workshop ia mengatakan ada 70 pelaku IKM pangan yang dilibatkan.

Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. ” Workshop ini semoga memberikan informasi penting terkait strategi pemasaran daring, keamanan data, pengelolaan transaksi daring, dan lain sebagainya,” katanya.

Upaya ini dapat meningkatkan keberadaaan IKM dan penjualan produk unggulan di pasar digital. Sehingga para pelaku IKM pangan Kota Sukabumi akan mampu bersaing secara global.