Seren Taun Kasepuhan Gelar Alam ke-658, Dispar Sukabumi Dorong Pelestarian Budaya Leluhur

Foto: Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus mendorong pelestarian budaya dan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan pariwisata daerah. Salah satunya melalui pelestarian tradisi Seren Taun Kasepuhan Gelar Alam ke-658 di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan budaya yang mengusung tema “Nyoreang Alam Katukang, Nyawang Alam Nu Bakal Datang” tersebut menjadi momentum untuk mempertahankan warisan leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Sukabumi kepada masyarakat luas.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, S.H., M.H., menegaskan bahwa tradisi seperti Seren Taun memiliki nilai penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus menjadi potensi wisata berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, Seren Taun bukan hanya rangkaian upacara adat, tetapi juga menjadi gambaran hubungan erat masyarakat dengan alam dan warisan leluhur yang telah dipertahankan selama ratusan tahun.

“Seren Taun merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur. Tradisi ini mengajarkan kita untuk menghormati alam, menjaga kebersamaan dan terus melestarikan budaya yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Seren Taun ke-658 juga diwarnai dengan berbagai rangkaian tradisi khas Kasepuhan Gelar Alam. Di antaranya Ngampih Pare, Rengkong, Gondang Buhun, Dog-dog Lojor, Debus, Lisung, Dongdang hingga Tari Tani.

Berbagai tradisi tersebut menjadi bukti bahwa budaya lokal masih hidup dan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi melihat keberlangsungan tradisi tersebut sebagai potensi besar dalam memperkuat sektor pariwisata budaya. Keberadaan Kasepuhan Gelar Alam dengan kekayaan adat dan tradisinya menjadi salah satu daya tarik wisata yang memiliki nilai edukasi sekaligus pengalaman budaya bagi wisatawan.

Ali Iskandar menambahkan, pengembangan pariwisata tidak semata-mata berbicara mengenai destinasi dan kunjungan wisatawan, tetapi juga bagaimana menjaga nilai budaya yang menjadi identitas daerah.

“Budaya harus tetap hidup dan tumbuh bersama masyarakat. Ketika tradisi dijaga dan diwariskan, maka pariwisata juga akan memiliki karakter dan nilai yang kuat,” pungkasnya.

Melalui Seren Taun, Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki. Tradisi yang telah berlangsung selama 658 tahun tersebut menjadi bukti bahwa warisan leluhur dapat terus bertahan apabila dijaga, dihormati dan diwariskan kepada generasi penerus.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi pun terus berkomitmen menjadikan potensi budaya sebagai bagian dari penguatan pariwisata daerah, sehingga Kabupaten Sukabumi semakin dikenal sebagai daerah yang kaya akan wisata alam, budaya dan kearifan lokal.

Sukabumi Mubarokah – Maju, Unggul, Berbudaya, Berkah.

Pos terkait