Sukabumi Kota| Matanusa.net – Penanganan kondisi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, berlangsung secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, kondisi di lokasi saat ini telah terkendali. Hal tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak yang bersama-sama melakukan penanganan sejak Sabtu hingga Selasa (29/9/2026).
Lebih dari 400 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, penguraian tumpukan sampah, hingga pemantauan kondisi di sekitar TPA.
Personel tersebut berasal dari TNI, Polres Sukabumi Kota, BPBD, Basarnas, Damkar, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Satpol PP, unsur kecamatan dan desa, mahasiswa, serta masyarakat.
“Dari awal, mulai hari Sabtu, Minggu, Senin, sampai hari ini, semua tim kita bekerja bersama-sama. Mulai dari TNI, Polri, unsur pemerintahan, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, Damkar, Satpol PP, mahasiswa, dan elemen masyarakat bergabung bersama di sini,” ujar AKBP Sentot Kunto Wibowo.
Penanganan Dibagi Tiga Sektor
Untuk mempercepat proses penanganan, area TPA Cikundul dibagi menjadi tiga sektor. Setiap sektor diperkuat sekitar 100 personel gabungan yang bertugas melakukan penyisiran, mengurai tumpukan sampah, penyiraman, hingga menutup kembali bagian yang telah ditangani.
Proses tersebut didukung tiga unit ekskavator, masing-masing satu unit di setiap sektor, serta 15 armada tangki air yang disiagakan secara berkelanjutan.
Ketersediaan armada air tersebut membuat proses pemadaman lebih efektif karena petugas tidak perlu berulang kali mengambil pasokan air ke sungai.
Dengan pola penanganan tersebut, proses pemadaman dan pendinginan dapat dilakukan selama kurang lebih empat hari.
Manfaatkan Drone Thermal
Selain penanganan secara manual, tim gabungan juga menggunakan teknologi drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang masih tersembunyi di bawah permukaan tumpukan sampah.
Teknologi tersebut memungkinkan petugas melihat indikasi panas dari udara sehingga titik yang berpotensi kembali memunculkan api dapat segera ditangani.
“Ke depannya kita pakai pola seperti itu, drone naik dulu, lihat thermal. Kalau memang ada yang merah di gambar itu, langsung kita siram. Jadi mulai ini, sudah padam,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar turut menjaga lingkungan di sekitar TPA Cikundul. Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran vegetasi kering yang berpotensi memicu munculnya api.
Di sisi lain, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab munculnya titik api. Pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation untuk memastikan faktor yang menyebabkan kejadian tersebut.
Monitoring Dilanjutkan Lima Hari
Meski kondisi telah dinyatakan terkendali, aparat gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik panas yang kembali muncul.
Polres Sukabumi Kota bersama TNI dan instansi terkait menyiapkan jadwal piket selama lima hari ke depan. Pemantauan dilakukan secara berkala, termasuk menggunakan drone thermal pada pagi dan malam hari.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan kondisi TPA Cikundul tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
“Yang terpenting sekarang kita pastikan kondisi di lapangan benar-benar aman dan terus kita monitor bersama,” pungkasnya.

