Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus mematangkan persiapan Festival Bonsai yang akan menjadi bagian dari rangkaian Touring-5 “Ngalongok Dulur di Lembur”. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, S.H., M.H., turut mendorong penguatan koordinasi dalam persiapan festival yang dirancang tidak hanya sebagai ajang apresiasi bagi komunitas pecinta bonsai, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi pariwisata daerah.
Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi untuk menyatukan langkah seluruh pihak yang terlibat. Berbagai aspek kegiatan dibahas agar pelaksanaan Festival Bonsai dapat berlangsung tertib, menarik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Festival Bonsai diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk ikut mengambil manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Bonsai bukan sekadar tanaman, tetapi karya, kreativitas, dan budaya yang terus tumbuh. Karena itu, kegiatan seperti ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat,” ujar Ali Iskandar saat mengikuti persiapan Festival Bonsai di Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, kolaborasi dan koordinasi menjadi kunci agar kegiatan pariwisata yang digelar di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi dapat memberikan dampak positif secara lebih luas. Festival Bonsai juga diharapkan mampu memperkenalkan kreativitas masyarakat serta kekayaan potensi lokal kepada pengunjung.
“Semoga Festival Bonsai ini dapat menjadi ruang apresiasi bagi para pecinta bonsai, sekaligus memberikan warna baru bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi optimistis Festival Bonsai dalam rangkaian Touring-5 “Ngalongok Dulur di Lembur” dapat menjadi agenda yang menarik, sekaligus memperkuat promosi potensi wisata berbasis komunitas dan budaya lokal.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin potensi lokal tidak hanya dinikmati, tetapi juga dikenal lebih luas dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.





