Sukabumi | Matanusa.net — Kondisi bangunan SD Negeri Bojongsoka di Kampung Kadupubur, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (27/8/2026), menjadi perhatian sejumlah wali murid dan masyarakat sekitar.
Kondisi fisik bangunan sekolah yang dinilai mengalami kerusakan membuat para orang tua siswa merasa khawatir. Mereka berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dapat segera merespons dengan melakukan peninjauan langsung untuk mengetahui kondisi bangunan secara menyeluruh.
Kekhawatiran tersebut muncul karena gedung sekolah masih digunakan setiap hari untuk kegiatan belajar mengajar. Para wali murid menilai aspek keamanan dan kenyamanan siswa perlu menjadi perhatian utama, terlebih sekolah merupakan tempat anak-anak menuntut ilmu dalam kesehariannya.
Salah seorang wali murid menyampaikan harapannya agar Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi segera turun ke lapangan dan melihat kondisi SDN Bojongsoka secara langsung.
“Kami sangat memohon kepada Dinas Pendidikan agar segera turun dan melihat kondisi sekolah kami. Kami sebagai orang tua merasa khawatir anak-anak belajar di bangunan yang kondisinya seperti ini. Mohon segera ada sikap tanggap dan solusi dari pemerintah,” ungkapnya.
Menurut masyarakat, peninjauan secara langsung penting dilakukan agar kondisi bangunan dapat diketahui berdasarkan pemeriksaan teknis. Dari hasil pemeriksaan tersebut, pemerintah diharapkan dapat menentukan langkah penanganan yang tepat.
Apabila bangunan masih dinilai layak untuk dipertahankan, warga berharap dapat dilakukan rehabilitasi pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan. Namun, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi bangunan sudah tidak memungkinkan untuk digunakan secara optimal, masyarakat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pembangunan gedung sekolah yang lebih layak dan aman.
Sementara itu, Plt. Kepala SDN Bojongsoka, Subarkah, S.Pd., diharapkan terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi serta pihak terkait untuk menyampaikan kondisi sarana dan prasarana sekolah beserta kebutuhan penanganannya.
Para wali murid menegaskan, aspirasi yang disampaikan bukan sekadar keluhan, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan para siswa serta tenaga pendidik.
“Kami sangat berharap pemerintah segera memberikan respons. Jangan sampai menunggu kondisi semakin rusak baru ditangani. Keselamatan anak-anak adalah yang paling utama. Kami mohon Dinas Pendidikan segera datang, mengecek dan memberikan solusi terbaik,” pungkas warga.
Masyarakat Kampung Kadupubur berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dapat memberikan respons terhadap kondisi tersebut. Penanganan yang dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis diharapkan dapat memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dalam lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan layak.
Warga pun berharap adanya langkah konkret setelah peninjauan dilakukan, baik berupa rehabilitasi maupun pembangunan kembali apabila memang diperlukan. Mereka menyerahkan keputusan teknis kepada pemerintah dengan harapan keselamatan siswa menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan penanganan SDN Bojongsoka.





