Jakarta | Matanusa.net – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I pada Jumat (10/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berjalan sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tol Prosiwangi menjadi bagian penting dari jaringan jalan tol di Pulau Jawa yang akan menghubungkan wilayah barat hingga ujung timur Jawa. Kehadiran ruas tol ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Gibran menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing daerah,” ujar Gibran dalam keterangan Jasa Marga, pada Sabtu (11/7/2026).
Saat ini, pembangunan Tahap I difokuskan pada ruas Gending–Besuki sepanjang 49,68 kilometer. Dua seksi awal, yakni Gending–Kraksaan dan Kraksaan–Paiton, telah menyelesaikan konstruksi sepenuhnya serta mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO). Sementara itu, ruas Paiton–Besuki juga telah menyelesaikan pekerjaan jalan utama dan kini memasuki tahapan akhir pengujian sebelum dioperasikan.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa seluruh proses pembangunan terus dilakukan dengan mengutamakan kualitas konstruksi, aspek keselamatan kerja, serta prinsip pembangunan berkelanjutan. Selain itu, proyek tersebut juga memberikan dampak positif melalui penyerapan lebih dari 1.300 tenaga kerja lokal dari wilayah Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, hingga Banyuwangi.
Setelah beroperasi, Jalan Tol Prosiwangi Tahap I diproyeksikan memangkas waktu perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki menjadi sekitar 1 jam 15 menit. Efisiensi tersebut diyakini akan mempercepat arus distribusi barang menuju kawasan industri Paiton maupun Pelabuhan Ketapang yang menjadi pintu utama penyeberangan menuju Bali.
Tidak hanya mengedepankan konektivitas, pembangunan tol ini juga menerapkan konsep ramah lingkungan. Berbagai inovasi digunakan, mulai dari pemanfaatan pembangkit listrik berbasis tenaga surya dan angin, sistem pengolahan air daur ulang, hingga penggunaan material hasil galian untuk mengurangi emisi karbon selama proses konstruksi.
Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif, pemerintah optimistis Jalan Tol Prosiwangi akan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan sektor pariwisata, serta memperkuat konektivitas kawasan timur Pulau Jawa.