Rembug Desa Jadi Penguat Aksi Pencegahan Stunting di Cimahi Cicantayan

Pemerintah Desa Cimahi Kecamatan Cicantayan menggelar Rembug Masyarakat dalam rangka percepatan pencegahan dan penanganan stunting tingkat desa. (Foto: Eneng Nur).

Sukabumi | Matanusa.net — Pemerintah Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting melalui pelaksanaan Musyawarah Rembug Desa yang dipusatkan di Bale Serba Guna Karadenan Pojok, RT 15 RW 05, pada Rabu (20/5/2026). Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk menyatukan langkah konkret dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di lingkungan masyarakat.

Kegiatan dihadiri berbagai unsur, mulai dari kader Posyandu, pendamping desa, tenaga ahli Kementerian Desa tingkat kabupaten, TP PKK Desa, Bidan Desa, ahli gizi Puskesmas, anggota BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, hingga perangkat Pemerintah Desa Cimahi.

Ketua BPD Desa Cimahi, Drs. Denny Holman, menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat dipandang hanya dari kondisi fisik anak yang bertubuh pendek. Menurutnya, stunting merupakan dampak dari belum optimalnya pemenuhan gizi, pola pengasuhan, hingga kondisi sanitasi lingkungan.

“Penanganan stunting harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya sangat besar terhadap masa depan generasi. Anak-anak yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan perkembangan fisik maupun kecerdasan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, berbagai langkah pencegahan kembali ditekankan, di antaranya pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemenuhan makanan bergizi seimbang bagi balita, hingga menjaga kebersihan lingkungan dan ketersediaan air bersih.

Denny juga mengapresiasi upaya Pemerintah Desa Cimahi yang telah mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung program kesehatan masyarakat, termasuk peningkatan gizi keluarga dan penguatan layanan Posyandu. Menurutnya, peran kader kesehatan di tingkat desa sangat penting dalam memantau tumbuh kembang anak secara berkelanjutan,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai keterlibatan keluarga, terutama peran ayah dalam mendukung tumbuh kembang anak, menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Kehadiran orang tua dalam memberikan perhatian dan pola asuh yang baik dinilai sama pentingnya dengan pemenuhan asupan gizi,” tegasnya.

Musyawarah tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan bersama yang dituangkan dalam berita acara sebagai bentuk komitmen seluruh pihak dalam mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Cicantayan,” pungkasnya.

Melalui rembug desa ini, Pemerintah Desa Cimahi berharap upaya pencegahan stunting tidak berhenti sebatas program seremonial, melainkan menjadi gerakan nyata yang dijalankan bersama hingga ke tingkat RT dan RW demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.

Pos terkait