Sukabumi | Matanusa.net — Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Legok Kalong, tepat di perbatasan Kecamatan Cipanas dan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat pagi (31/10/2025). Dalam kejadian tersebut, dua pelajar SMAN 1 Kabandungan terjun ke jurang setelah sepeda motor yang mereka kendarai hilang kendali di ruas jalan yang menurun dan berbelok tajam.
Kedua korban diketahui bernama Dea dan Monica. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Dea merupakan anak dari Bapak Yana Gibas, sementara Monica adalah anak dari Bapak Bastaman dan Ibu Tatik, serta cucu dari Bapak Jujun, warga Babakan Janegara. Keduanya diketahui tengah dalam perjalanan menuju sekolah ketika kecelakaan terjadi.
Menurut keterangan sejumlah warga, insiden bermula ketika kendaraan yang dikendarai korban melaju dari arah Cipanas menuju Kabandungan. Saat melintas di kawasan Legok Kalong, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali dan keluar dari badan jalan, hingga akhirnya jatuh ke jurang sedalam sekitar 15 meter.
Suara benturan keras mengundang perhatian warga sekitar. Tanpa menunggu lama, masyarakat setempat segera bergerak membantu proses penyelamatan. Dengan peralatan seadanya, warga menuruni jurang menggunakan tali dan bambu untuk mengevakuasi kedua korban. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit mengingat kondisi medan yang curam dan licin akibat hujan yang mengguyur malam sebelumnya.
Salah satu warga yang ikut mengevakuasi, Rudi (38), menyampaikan bahwa evakuasi dilakukan secara gotong royong dengan penuh kehati-hatian. “Kami semua bekerja sama agar korban bisa segera diangkat ke atas. Alhamdulillah, keduanya berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke puskesmas,” ujarnya.
Setelah berhasil diangkat, kedua korban segera dilarikan ke Puskesmas Kabandungan untuk mendapatkan pertolongan medis. Pihak tenaga kesehatan langsung memberikan penanganan intensif. Hingga berita ini diturunkan, keduanya masih menjalani perawatan dan pengawasan medis.
Pihak sekolah SMAN 1 Kabandungan turut menyampaikan rasa prihatin dan berharap agar kedua siswi segera pulih. “Kami turut mendoakan agar Dea dan Monica dapat segera sembuh dan kembali beraktivitas seperti sediakala,” pungkas salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Mereka meminta agar pemerintah daerah melalui instansi terkait melakukan langkah-langkah antisipatif, seperti pemasangan rambu peringatan dan perbaikan akses jalan di kawasan Legok Kalong yang dikenal rawan kecelakaan.
Insiden ini menjadi gambaran nyata kuatnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat Sukabumi, di mana warga tanpa ragu menolong sesama di tengah situasi darurat.





