Ketua DPRD Sukabumi Kunjungi Pengrajin Bola Difabel di Nagrak, Beri Dukungan dan Peralatan Kerja

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar, menerima doa dan ungkapan terima kasih dari Sandi, pengrajin bola penyandang disabilitas, dan ibunya usai memberikan bantuan peralatan kerja di kediaman Sandi, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Istimewa).

Sukabumi | Matanusa.net – Kepedulian terhadap pelaku usaha kecil khususnya penyandang disabilitas kembali ditunjukkan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar. Didampingi jajaran pengurus PSSI Askab Sukabumi, ia menyambangi kediaman Sandi, seorang pengrajin bola penyandang disabilitas di Gang Pala, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, pada Sabtu (9/8/2025).

Sandi, yang mengalami keterbatasan fisik, sehari-hari mengandalkan keahlian menjahit kulit bola untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam pekerjaannya, ia mampu menyelesaikan dua hingga tiga bola per hari dengan upah sekitar Rp7.000 per bola. Proses penjualan dan penyediaan bahan dilakukan oleh pihak lain, sementara Sandi fokus pada pengerjaan jahitannya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Azhar menyerahkan bantuan berupa peralatan kerja untuk menunjang aktivitas Sandi. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil jahitannya. “Kami ingin memberikan dorongan, baik secara moral maupun material, agar para pengrajin, khususnya yang memiliki keterbatasan, tetap semangat berkarya,” ujar Budi.

Sandi menyambut bantuan tersebut dengan rasa haru dan penuh syukur. “Alhamdulillah, terima kasih banyak atas perhatiannya. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa membantu saya menambah penghasilan,” ungkapnya.

Budi Azhar menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya mendukung warga yang memiliki keterbatasan namun tetap berjuang mencari nafkah. “Kami ingin mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk mandiri dan meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya.

Kunjungan ini tidak hanya memberikan bantuan secara fisik, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap kerja keras dan keteguhan hati penyandang disabilitas dalam menjalani usaha.

Pos terkait