Sukabumi | Matanusa.net — Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Koordinasi bersama Mitra Kerja Tim Pendamping Keluarga (TPK), pada Senin (30/6/2025), bertempat di Gedung KPDA Sukabumi.
Rapat yang mengusung tema “Peningkatan Kualitas Pendampingan Keluarga” ini diikuti oleh 110 peserta dari unsur tenaga kesehatan dan bidan desa yang berasal dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Fokus utama kegiatan adalah memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan koordinasi anggota TPK agar pendampingan kepada keluarga berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Drs. Uus Firdaus, MM, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh kader dan tenaga pendamping keluarga atas kontribusi nyata mereka di lapangan. Ia menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia dan pencegahan stunting harus dimulai dari tingkat keluarga.
“Rapat koordinasi ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Kita semua memiliki peran besar dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya penuh semangat.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari organisasi profesi, di antaranya Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sukabumi, Hj. Ani Andriani, dan perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Oong Riyanto. Keduanya memberikan paparan strategis terkait tantangan dan peluang dalam peningkatan mutu layanan pendampingan keluarga, serta menyampaikan data hasil lapangan sebagai bahan evaluasi bersama.
Panitia pelaksana menyebutkan bahwa kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi media pertukaran pengalaman antar TPK serta menyusun strategi yang lebih tepat sasaran dalam menjangkau keluarga berisiko stunting, sejalan dengan amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Melalui forum koordinasi ini, DPPKB Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dan dukungan bagi para pendamping keluarga, sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.





