Matanusa, Sukabumi – Dalam rangka memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif di sektor pertanian, Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi pada Senin (3/2). Pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian ini diwarnai suasana cair namun tetap serius, dengan pembahasan isu-isu strategis yang krusial bagi pengembangan sektor pertanian di daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menyambut baik kunjungan ini. Ia menegaskan pentingnya komunikasi intensif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi petani, seperti keterbatasan pupuk bersubsidi dan dampak bencana alam yang kerap mengancam produktivitas.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan Komisi III DPRD ini. Diskusi seperti ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan langkah dan mencari solusi bersama, terutama terkait distribusi pupuk bersubsidi, penanganan bencana pertanian, serta percepatan swasembada pangan,” ujar Tuty dengan optimis.
Isu Strategis: Pupuk Bersubsidi dan Ketahanan Pangan
Salah satu topik utama yang dibahas adalah kendala distribusi pupuk bersubsidi yang sering kali menjadi keluhan petani. Dinas Pertanian dan Komisi III sepakat bahwa sistem distribusi perlu diperbaiki agar lebih efisien dan tepat sasaran. Selain itu, dampak bencana alam seperti banjir dan kekeringan juga menjadi perhatian serius, mengingat besarnya kerugian yang dialami petani akibat peristiwa tersebut.
Komisi III DPRD, melalui ketuanya Hera Iskandar, menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah strategis yang telah dirancang oleh pemerintah daerah. Menurutnya, penguatan sektor pertanian tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan daerah, tetapi juga kesejahteraan petani secara langsung.
“Kami di Komisi III selalu berkomitmen untuk memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada petani. Dalam pertemuan ini, kami memastikan dukungan penuh terhadap program prioritas yang fokus pada peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Hera.
Menuju Swasembada Pangan dan Pertanian Berkelanjutan
Diskusi juga menyoroti pentingnya peningkatan teknologi pertanian untuk mendukung target swasembada pangan. Dinas Pertanian mengusulkan berbagai program pelatihan dan pendampingan teknis bagi petani, termasuk penggunaan teknologi modern yang dapat meningkatkan produktivitas lahan.
“Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk mendorong pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan. Kami yakin, dengan sinergi antara legislatif dan eksekutif, tantangan yang ada dapat teratasi, sehingga kesejahteraan petani dapat tercapai,” tambah Tuty.
Harapan Petani Sukabumi
Kunjungan ini memberikan angin segar bagi para petani di Kabupaten Sukabumi. Mereka berharap langkah-langkah konkret yang dihasilkan dari pertemuan ini mampu memberikan perubahan signifikan, terutama dalam memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi yang sering kali menjadi masalah utama,” pungkasnya.
Dengan pertemuan yang penuh makna ini, Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus maju dalam bidang pertanian, menjadikan sektor ini tidak hanya sebagai tulang punggung ekonomi daerah, tetapi juga sebagai pilar penting dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi





