SUKABUMI |Matanusa.net – Di tengah minimnya minat generasi muda terhadap sektor peternakan, Khaerudin Dadang, pemuda asal Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, justru membuktikan bahwa usaha ternak domba mampu menjadi ladang bisnis yang menjanjikan dan bernilai ekonomi tinggi.
Pria kelahiran Sukabumi, 5 Mei 1992 itu mulai merintis usaha peternakan pada tahun 2023 dengan modal keberanian dan tekad kuat. Bermula dari 15 ekor domba yang terdiri dari 13 indukan dan 2 pejantan, Khaerudin membangun kandang di atas lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi di Desa Sukamaju.
Perjalanan usahanya berkembang pesat. Dalam waktu tiga tahun, jumlah ternak yang dimilikinya meningkat menjadi sekitar 80 ekor, terdiri dari 55 domba Garut dan 25 kambing.Dengan modal awal sekitar Rp50 juta untuk pembelian bibit ternak dan pembangunan kandang, kini nilai aset ternaknya diperkirakan mencapai Rp200 juta.
“Kalau dihitung dengan rata-rata harga per ekor sekitar Rp2,5 juta, total nilai ternak yang ada sekarang diperkirakan mencapai Rp200 juta,” ujar Khaerudin kepada media matanusa.net, Senin (27/4/2026).
Tidak hanya fokus mengembangkan usaha pribadi, ayah dua anak tersebut juga turut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Dalam pengelolaan peternakannya, ia melibatkan dua pekerja dengan sistem bagi hasil atau paro.
Sejauh ini, Khaerudin mengaku telah menjual sekitar 10 ekor domba dengan harga berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor. Menurutnya, momentum Hari Raya Iduladha atau musim kurban menjadi peluang terbesar untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan usaha ternak.

Tahun ini kami menargetkan penjualan sekitar 15 ekor domba pilihan dengan harga antara Rp3 juta sampai Rp3,5 juta per ekor,” katanya.Meski memiliki prospek cerah, Khaerudin mengakui usaha peternakan juga memiliki tantangan, terutama saat musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan pakan hijauan. Namun demikian, ia menilai usaha ternak domba masih tergolong stabil dan memiliki peluang berkembang sangat besar.
Sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat usaha peternakan sekaligus mendorong keterlibatan anak muda, pada tahun 2024 Khaerudin bersama sejumlah rekannya membentuk kelompok peternak bernama Pepeling (Petani Peduli Lingkungan).
Kelompok tersebut kini fokus pada pengembangan peternakan domba dan pemberdayaan anggota. Dari total 17 anggota yang tergabung, saat ini populasi ternak yang dikelola bersama telah mencapai sekitar 200 ekor domba.
Khaerudin berharap semakin banyak generasi muda di Sukabumi tertarik terjun ke dunia peternakan karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.Ia juga berharap adanya dukungan pemerintah melalui pelatihan, edukasi, hingga bantuan pengembangan usaha agar sektor peternakan semakin berkembang dan mampu menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
“Kalau ada pembinaan yang berkelanjutan, usaha ternak domba bisa menjadi peluang usaha unggulan di Sukabumi,” pungkas Khaerudin yang diketahui baru menyelesaikan pendidikan pascasarjana di STIE Trianandra Jakarta.
Sumber : SU/Red





