Kampung Sosial Kota Sukabumi, Langkah Nyata Pelayanan Terpadu untuk Atasi Masalah Sosial

Foto: Dokpim.

Sukabumi Kota | Matanusa.net – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program inovatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Kampung Sosial (Pelayanan Sosial Terpadu Berbasis Wilayah) yang digelar di Taman Cikondang, pada Selasa (7/4/2026), dalam rangka Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, bersama Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah. Turut hadir pula unsur Forkopimda, perwakilan pemerintah provinsi dan pusat, serta berbagai lembaga mitra seperti BAZNAS dan OJK.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong penanganan persoalan sosial secara terpadu dan berkelanjutan. Salah satu fokus utama saat ini adalah percepatan penanganan stunting yang secara khusus melibatkan peran aktif TP PKK di tingkat wilayah.

Selain itu, upaya pengentasan kemiskinan juga menunjukkan hasil positif. Kota Sukabumi tercatat mengalami penurunan angka kemiskinan hingga sekitar 7 persen, tertinggi di Jawa Barat. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya keras menekan angka tersebut agar lebih optimal.

Tidak hanya itu, persoalan pengangguran juga menjadi perhatian serius. Pemerintah kota menyiapkan berbagai program strategis, termasuk penguatan pendidikan berbasis kerja. Program ini dirancang agar lulusan pendidikan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Dalam mendukung berbagai intervensi sosial, Pemkot Sukabumi juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga filantropi. Dukungan ini difokuskan pada penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, hingga pemberian beasiswa pendidikan.

Sebagai bentuk inovasi, pemerintah juga meluncurkan program qordul hasan, yakni pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha ultramikro. Bantuan ini berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp1 juta dan ditargetkan dapat menjangkau sekitar 31 ribu penerima dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke depan.

Melalui berbagai program tersebut, Kota Sukabumi terus bergerak menuju predikat sebagai “kota sosial” yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.