Sukabumi | Matanusa.net – Pemerintah Kecamatan Kabandungan kembali menegaskan komitmennya dalam merancang pembangunan yang tepat sasaran melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun 2026 untuk penyusunan RKPD Kabupaten Sukabumi Tahun 2027. Kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (11/2/2026), berlangsung dinamis dengan berbagai aspirasi strategis dari enam desa.
Mengusung tema “Penyiapan Ekosistem Pendukung untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata”, Musrenbang kali ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga forum penentuan arah pembangunan berbasis potensi lokal. Kabandungan yang dikenal memiliki sumber daya pertanian melimpah serta potensi wisata alam, dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur dan ekosistem yang kuat agar mampu bersaing dan berkembang.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Kabandungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, unsur pendidikan dan kesehatan, hingga perwakilan pemuda. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Hendra Purnama, S.Si., M.Si., turut hadir dan menyerap langsung aspirasi masyarakat.
Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas Mendesak
Camat Kabandungan, Lilih Resmiati, S.KM., S.Tr.Keb., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara desa dan kecamatan dalam menentukan skala prioritas. Dari lima fokus pembangunan yang dirumuskan, perbaikan infrastruktur jalan kabupaten menjadi kebutuhan paling mendesak.
Menurutnya, kondisi sejumlah ruas jalan penghubung antar desa dan akses menuju sentra pertanian serta objek wisata sudah mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Hal ini berdampak pada distribusi hasil pertanian, mobilitas warga, hingga akses pelayanan publik.
“Kami berharap perbaikan jalan bisa direalisasikan pada semester pertama. Infrastruktur yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian dan pariwisata,” ujarnya.
Dari enam desa, tercatat 120 usulan pembangunan masuk dalam daftar pembahasan. Usulan tersebut mencakup pembangunan dan rehabilitasi jalan, sarana pertanian, penguatan UMKM, fasilitas pendidikan, hingga sarana kesehatan. Namun, berdasarkan proyeksi kemampuan anggaran, sekitar 30 kegiatan diperkirakan dapat direalisasikan, dengan rata-rata lima kegiatan per desa sesuai skala prioritas.
Penanganan Cacingan dan Inovasi “Uting Unyu”
Selain pembangunan fisik, isu kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian serius. Kecamatan Kabandungan sebelumnya sempat menjadi sorotan akibat temuan kasus cacingan yang viral dan menimbulkan kekhawatiran publik.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah kecamatan bergerak cepat berkoordinasi dengan Puskesmas dan lintas sektor. Bahkan, Kementerian Kesehatan RI turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap 434 sampel warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak PAUD, pelajar, hingga lansia.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan 44 orang atau sekitar 17 persen dinyatakan terdampak. Ini menjadi perhatian bersama dan langsung kami tindak lanjuti,” jelas Camat Lilih.
Sebagai langkah preventif, diluncurkan inovasi bertajuk “Uting Unyu” (Gunting Kuku Secara Kontinu). Program ini mendorong kebiasaan sederhana namun berdampak besar, yakni menjaga kebersihan kuku secara rutin, terutama bagi anak-anak sekolah. Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat pun terus digencarkan melalui kader kesehatan dan tenaga pendidik.
“Program ini sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar, tetapi efek jangka panjangnya sangat penting dalam membentuk budaya hidup bersih,” tambahnya.
Tantangan Pengelolaan Sampah
Di sisi lain, persoalan lingkungan menjadi catatan penting dalam forum Musrenbang. Hingga kini, Kecamatan Kabandungan belum memiliki Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) maupun sarana pengelolaan sampah yang representatif.
Kondisi tersebut berpotensi menghambat upaya peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, terlebih jika sektor pariwisata akan dikembangkan secara optimal. Pemerintah kecamatan mendorong adanya solusi terpadu, baik melalui dukungan kabupaten maupun kolaborasi lintas desa.
Sinergi untuk Kabandungan yang Lebih Maju
Melalui Musrenbang 2026 ini, Pemerintah Kecamatan Kabandungan berharap seluruh usulan prioritas dapat diakomodasi secara bertahap dan terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah. Penguatan agroindustri dan pariwisata dinilai tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan infrastruktur, kesehatan masyarakat, serta lingkungan yang bersih dan tertata.
Forum tersebut pun menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal anggaran, tetapi tentang kolaborasi, komitmen, dan keseriusan seluruh elemen dalam mewujudkan Kabandungan yang lebih maju dan berdaya saing.





