Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi merampungkan pembangunan Jembatan Gantung Leuwi Reuming yang berlokasi di Kampung Cigombong, Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi.
Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi Asep Japar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga jembatan tersebut, mulai dari menjaga kebersihan, mematuhi batas beban kendaraan, hingga mencegah tindakan yang dapat merusak fasilitas umum.
Jembatan tersebut kini resmi dapat digunakan masyarakat setelah diresmikan
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan respons pemerintah daerah terhadap kebutuhan mendesak masyarakat, menyusul rusaknya jembatan lama akibat banjir yang sempat memutus akses warga.
“Jembatan ini memiliki fungsi vital sebagai penghubung Kecamatan Kalibunder dan Kecamatan Tegalbuleud. Dengan selesainya pembangunan, akses ekonomi, sosial, dan pendidikan masyarakat dapat kembali berjalan normal,” ujar Sendi Apriadi, pada Jumat (6/2/26).
Ia menjelaskan, Disperkim memastikan proses pembangunan berjalan sesuai standar teknis dan aspek keselamatan, sehingga jembatan aman digunakan oleh masyarakat, khususnya pejalan kaki dan anak-anak sekolah.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Gantung Leuwi Reuming bertujuan untuk:
- Memulihkan akses transportasi warga pascabencana
- Mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat
- Menjamin keamanan anak-anak dalam menempuh pendidikan-
- Menghubungkan kembali wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Sendi Apriadi juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun, dengan mematuhi ketentuan penggunaan, menjaga kebersihan, serta tidak melebihi batas beban yang telah ditetapkan.
“Keberlanjutan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas umum,” pungkasnya.
Disperkim Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pemerataan pembangunan wilayah.





