Dkp Sukabumi Ajak Masyarakat Stop Boros Pangan, Selamatkan Masa Depan

Foto: Dkp Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan kebiasaan boros pangan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah dan keberlanjutan masa depan. Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, Sp.B., MARS.

Menurut dr. Gatot Sugiharto, boros pangan merupakan perilaku membuang atau menyia-nyiakan makanan yang sejatinya masih layak dikonsumsi atau masih dapat dimanfaatkan. Kebiasaan ini kerap dianggap hal sepele, namun memiliki dampak besar yang merugikan banyak pihak.

“Boros pangan bukan hanya soal makanan yang terbuang, tetapi juga menyangkut sumber daya yang ikut terbuang, mulai dari air, energi, tenaga kerja, hingga biaya produksi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, praktik boros pangan memberikan dampak negatif yang luas di berbagai sektor. Dari sisi ekonomi, pemborosan pangan menyebabkan kerugian finansial yang signifikan akibat makanan yang terbuang sia-sia, termasuk pemborosan dalam proses produksi dan distribusi.

Secara sosial, boros pangan berpotensi mengancam ketahanan pangan, memperburuk angka kelaparan dan gizi buruk, serta memperlebar ketimpangan sosial di tengah masyarakat. Sementara dari aspek lingkungan, sampah makanan berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca seperti metana, mencemari tanah dan air, serta mempercepat degradasi lahan.

Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat agar mulai menerapkan langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari guna mengurangi boros pangan. Di antaranya dengan mengambil makanan secukupnya sesuai kebutuhan, menyimpan bahan pangan dengan cara yang benar agar lebih tahan lama, mengolah kembali sisa makanan yang masih layak konsumsi, serta berbelanja pangan secara bijak dan terencana.

“Perubahan kecil yang dilakukan setiap rumah tangga akan memberikan dampak besar bagi ketahanan pangan daerah dan keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.

Melalui kampanye “Stop Boros Pangan”, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk lebih menghargai pangan.

Pos terkait