Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi penerima program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan bantuan berjalan sesuai ketentuan serta tepat menyasar warga yang membutuhkan.
Peninjauan lapangan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Disperkim terhadap pelaksanaan program Rutilahu Tahun Anggaran 2026. Di Kecamatan Jampangkulon sendiri, tercatat sebanyak 33 unit rumah mendapatkan bantuan Rutilahu yang tersebar di 10 desa dan 1 kelurahan. Salah satu titik yang dikunjungi berada di Desa Ciparay.
Camat Jampangkulon, Dading, menyambut baik kegiatan monitoring yang dilakukan Disperkim. Menurutnya, program Rutilahu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hunian warga di wilayah pedesaan.
“Disperkim hari ini turun langsung untuk memantau dan memonitor pelaksanaan Rutilahu. Kecamatan Jampangkulon mendapatkan 33 penerima manfaat. Ke depan, program ini harus terus dijaga agar benar-benar tepat sasaran, sehingga yang menerima bantuan memang warga yang layak. Untuk itu, koordinasi dengan para kepala desa menjadi sangat penting,” ujar Dading.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Disperkim sangat dibutuhkan agar proses penetapan penerima manfaat hingga pelaksanaan pembangunan di lapangan dapat berjalan sesuai kondisi riil masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan peninjauan ini, Disperkim Kabupaten Sukabumi diharapkan memperoleh gambaran menyeluruh sebagai bahan evaluasi dan perbaikan program Rutilahu di masa mendatang. Evaluasi tersebut meliputi kualitas hasil pembangunan, teknis pelaksanaan di lapangan, serta kesesuaian program dengan kebutuhan warga.
Program Rutilahu merupakan salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan rumah yang layak huni, aman, dan sehat, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan permukiman yang lebih tertata dan manusiawi.





