Sukabumi | Matanusa.net – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sukabumi (Bapperida) Kabupaten Sukabumi menegaskan peran strategisnya dalam mengawal rencana pengembangan pengolahan sampah terintegrasi menjadi energi di Kabupaten Sukabumi.
Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi, Toha Wildan Athoilah, menekankan bahwa setiap rencana investasi dan pengembangan teknologi pengolahan sampah harus selaras dengan dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJMD hingga rencana strategis perangkat daerah.
Menurut Toha, konsep pengolahan sampah menjadi energi, termasuk produksi bio-coal dan pemanfaatan energi untuk mendukung hilirisasi industri seperti pengembangan cold storage, perlu dikaji secara komprehensif dari sisi teknis, lingkungan, hingga keberlanjutan fiskal.
“Bapperida memiliki fungsi memastikan bahwa setiap program strategis daerah berbasis kajian, riset, dan inovasi. Pengolahan sampah menjadi energi ini harus terintegrasi dalam sistem perencanaan pembangunan agar manfaatnya optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan berbasis riset dan inovasi menjadi kunci agar program tersebut tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan mampu memberikan dampak ekonomi dan lingkungan dalam jangka panjang. Selain itu, kolaborasi dengan pihak swasta harus dirancang melalui skema yang jelas, transparan, dan menguntungkan daerah.
Toha juga menegaskan bahwa Bapperida siap memfasilitasi sinkronisasi lintas perangkat daerah guna memastikan program pengelolaan sampah terintegrasi ini berjalan sesuai arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Dengan pengawalan perencanaan yang matang dari Bapperida, diharapkan pengembangan pengolahan sampah menjadi energi dapat menjadi salah satu inovasi unggulan Kabupaten Sukabumi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan penguatan sektor industri daerah.





