Wonogiri | Matanusa.net — Dua setengah dekade bukanlah perjalanan singkat. Hal itulah yang tercermin dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 SMP Negeri 3 Girimarto (Espegagiri) yang digelar, pada Sabtu (31/1/2026). Meski dikemas secara sederhana, perayaan ini sarat makna tentang kebersamaan, ketahanan, dan mimpi besar dunia pendidikan di wilayah pedesaan.
Kehadiran Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, menjadi penegasan bahwa perjalanan Espegagiri bukanlah cerita yang berdiri sendiri, melainkan bagian penting dari wajah pendidikan Kabupaten Wonogiri, khususnya di Desa Nungkulan.
Mengusung tema “25 Tahun Melukis Senja: Menoreh Karya, Mengukir Makna”, rangkaian kegiatan HUT berlangsung hangat dan penuh keakraban. Seluruh warga sekolah—kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik—larut tanpa sekat dalam berbagai perlombaan yang membangun rasa memiliki dan kebersamaan.
Beragam lomba digelar dengan antusias, di antaranya melukis bersama, karaoke lintas generasi, tebak gaya, estafet karet, hingga joget balon yang mengundang gelak tawa. Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan ruang interaksi yang jujur dan mempererat ikatan emosional antarwarga sekolah.
Puncak acara berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan dihadiri Wakil Bupati Wonogiri, Kepala Desa Nungkulan, Komite Sekolah, serta tokoh masyarakat setempat. Acara diawali dengan pembacaan sejarah singkat berdirinya SMP Negeri 3 Girimarto, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars SMP Negeri 3 Girimarto, laporan ketua panitia, serta sambutan Kepala Sekolah.
Kepala SMP Negeri 3 Girimarto, Agata Margareti, dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 25 tahun merupakan momentum refleksi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Wonogiri dan para tamu undangan, serta menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen sekolah.
Menurutnya, tema HUT bukan sekadar rangkaian kata puitis, melainkan ajakan nyata untuk saling menguatkan karakter baik, membangun iklim belajar yang sehat, serta menumbuhkan semangat berjuang bersama di tengah keterbatasan.
“Melalui tema ini kami berharap terjalin kolaborasi yang baik antar seluruh warga sekolah. Semoga dalam proses berjuang bersama, terjadi saling menguatkan karakter baik antara murid, guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan,” ungkapnya.
Suasana semakin semarak saat peserta didik menampilkan tari tradisional Kembang Goyang. Tepuk tangan hadirin mengalir deras sebagai bentuk apresiasi atas keberanian siswa melestarikan seni budaya lokal.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak ragu bermimpi besar. Ia menegaskan bahwa SMP Negeri 3 Girimarto merupakan satu-satunya SMP negeri di Desa Nungkulan dan menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Wonogiri.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi dorongan untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan fasilitas sekolah, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar Espegagiri semakin dipercaya dan diminati. Keterbatasan geografis, tegasnya, bukan penghalang untuk berprestasi.
Momentum simbolis ditandai dengan pemotongan tumpeng. Kepala Sekolah menyerahkan potongan tumpeng kepada Wakil Bupati Wonogiri dan Kepala Desa Nungkulan, sementara Ketua OSIS menyerahkan potongan tumpeng kepada Kepala Sekolah. Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol cita-cita yang dilepas tinggi ke angkasa, diiringi lagu Melukis Senja yang sarat makna kolaborasi lintas generasi.
Sebelum meninggalkan lokasi, Wakil Bupati Wonogiri menyempatkan diri berfoto bersama keluarga besar SMP Negeri 3 Girimarto untuk mengabadikan momen kebersamaan tersebut.
Meski agenda tamu kehormatan telah usai, kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan tari Jathil dan Kethek Ogleng yang enerjik dan atraktif. Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi seluruh warga sekolah.
Rangkaian HUT ke-25 SMP Negeri 3 Girimarto ditutup dengan doa bersama dan makan bersama dalam suasana penuh kehangatan—sebuah penutup sederhana namun sarat makna, mencerminkan kekuatan utama Espegagiri: kebersamaan.
Di usia ke-25 tahun, SMP Negeri 3 Girimarto tidak hanya merayakan panjangnya perjalanan, tetapi juga menegaskan tekad untuk terus berkarya, berprestasi, dan berkontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Wonogiri. Dari Desa Nungkulan, Espegagiri membuktikan bahwa sekolah desa pun mampu berdiri tegak dengan mimpi yang besar. (Aris Arianto).