Sukabumi | Matanusa.net — Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Kopi Sukabumi 2025 yang digelar di Gedung Promosi dan Pusat IKM, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (13/11/2025).
Kegiatan bertajuk Ngopi Berkah (Ngobrol Perdagangan Jeung Perindustrian Anu Berkualitas Pikeun Ekonomi Rahayat Ajeg Tur Hade) ini tidak hanya menampilkan potensi ekonomi daerah melalui produk kopi, tetapi juga menjadi ruang bagi pelestarian budaya, kreativitas generasi muda, dan promosi pariwisata lokal.
Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, mengatakan bahwa kopi tidak bisa dilepaskan dari aspek budaya dan gaya hidup masyarakat Sukabumi. Ia menilai bahwa pengembangan kopi lokal sejalan dengan upaya pelestarian nilai-nilai tradisi, termasuk semangat gotong royong dan kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Kopi bukan sekadar minuman, tetapi juga bagian dari identitas dan kearifan budaya Sukabumi. Dari kebun hingga meja, ada cerita, kerja keras, dan semangat masyarakat yang perlu kita apresiasi,” ujar Yudi Mulyadi.
Menurutnya, Festival Kopi Sukabumi menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif, komunitas pemuda, dan masyarakat adat. Melalui kegiatan ini, Disbudpora ingin menjadikan kopi sebagai simbol persatuan dan ekspresi seni budaya yang mampu menarik minat wisatawan.
“Kita ingin generasi muda terlibat aktif dalam mengangkat potensi daerah. Seni, musik, dan budaya bisa hadir berdampingan dengan sektor ekonomi, menciptakan harmoni antara kreativitas dan kesejahteraan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yudi mengapresiasi langkah Bupati Sukabumi H. Asep Japar yang menginstruksikan seluruh instansi dan BUMD menggunakan kopi lokal dalam setiap kegiatan resmi. Ia menilai kebijakan tersebut bukan hanya mendukung ekonomi rakyat, tetapi juga memperkuat citra budaya Sukabumi sebagai daerah penghasil kopi berkualitas.
“Ketika pemerintah dan masyarakat bersama-sama mengangkat kopi lokal, itu berarti kita juga mengangkat nilai budaya dan identitas daerah,” tambahnya.
Festival yang diikuti oleh 20 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) ini menampilkan beragam stan produk kopi lokal, atraksi budaya, hingga penghargaan untuk pelaku IKM berprestasi. Disbudpora berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan yang menggabungkan unsur budaya, kreativitas, dan ekonomi rakyat dalam satu wadah.
“Kami siap bersinergi dengan berbagai pihak agar Festival Kopi Sukabumi tidak hanya dikenal sebagai ajang ekonomi, tapi juga menjadi ikon budaya dan kreativitas masyarakat Sukabumi,” pungkas Yudi Mulyadi.





