FPK Jawa Barat Gencar Konsolidasi di Sukabumi: Perkuat Kebangsaan, Waspadai Perang Asimetris

Silaturahmi dan konsolidasi FPK Provinsi Jawa Barat dengan FPK Kabupaten Sukabumi, 25 Oktober 2025, di Saung Abah. Semangat persatuan dalam keberagaman terus kita jaga. (Foto: Istimewa).

Sukabumi | Matanusa.net – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Sukabumi menjadi tuan rumah bagi kunjungan silaturahmi dan konsolidasi dari FPK Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (25/10/2025). Acara yang berlangsung di Saung Kake, sebuah lokasi yang dikenal dengan suasana Sukabumi yang asri, menjadi wadah penting untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia.

Rahman Nugraha, Ketua FPK Kabupaten Sukabumi, dalam sambutannya menegaskan kembali tujuan utama FPK, yaitu menumbuhkan, memantapkan, memelihara, dan mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). “FPK adalah bagian integral dari strategi nasional untuk menjaga keutuhan bangsa. Melalui forum ini, kita berupaya membangun kebersamaan yang kokoh, sehingga Sukabumi tetap menjadi wilayah yang tentram dan damai,” ujarnya dengan penuh semangat.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat yang mewakili berbagai latar belakang etnis dan budaya di Sukabumi. Kehadiran mereka mencerminkan semangat inklusif yang menjadi fondasi FPK. Sekretaris FPK Provinsi Jawa Barat, Syafrudin, hadir mewakili Ketua FPK Provinsi Jawa Barat, dr. Popong Oce Junjunan, yang berhalangan hadir karena agenda lain. Selain itu, hadir pula Ari A.F, seorang anggota FPK Provinsi Jawa Barat yang memberikan arahan strategis dalam acara tersebut.

Ari A.F dalam arahannya menyampaikan pandangan yang mendalam mengenai tantangan kebangsaan saat ini. Ia menekankan bahwa ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa tidak hanya datang dari perang konvensional, tetapi juga dari perang asimetris yang lebih halus namun berbahaya. “Perang saat ini lebih banyak menyasar jiwa seni, menghancurkan peraturan, mengadu domba agama, dan merusak perdamaian. Kita tidak boleh terlena dengan kondisi yang tampak aman,” tegasnya.

Secara khusus, Ari A.F menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia mengingatkan bahwa generasi muda rentan terhadap pengaruh negatif melalui tiga hal, yaitu food (makanan), fun (kesenangan), dan fashion (gaya hidup). Oleh karena itu, ia menekankan perlunya sosialisasi yang lebih intensif mengenai FPK dan perannya kepada generasi muda. “FPK harus bekerja sama dengan Kesbangpol dan Dinas Pendidikan untuk masuk ke sekolah-sekolah dan memberikan pemahaman yang benar mengenai kebangsaan,” pungkasnya.

Kegiatan konsolidasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara FPK Provinsi Jawa Barat dan FPK Kabupaten Sukabumi dalam menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tantangan yang dihadapi dan strategi yang tepat, FPK diharapkan dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa.

Pos terkait