Satgas Yonif 521/DY dan Warga Distrik Napua Panen Bersama, Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

Satgas Yonif 521/DY bersama warga Distrik Napua memetik hasil kebun mandiri, wujud nyata ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat. (Foto: Yonif 521/DY).

Jayawijaya | Matanusa.net – Upaya menjaga ketahanan pangan terus digalakkan oleh Satgas Yonif 521/DY bersama masyarakat Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan panen bersama hasil kebun Pos Napua, yang menghasilkan berbagai sayuran segar siap konsumsi, pada Jumat (12/9/2025).

Program berkebun mandiri ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menyediakan pangan yang cukup, bergizi, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Selain mampu mengurangi biaya belanja harian, kegiatan ini juga meningkatkan kemandirian keluarga serta memberi dampak positif terhadap kesehatan dan lingkungan.

“Terima kasih bapak TNI, kami panen sayur bersama-sama,” ujar Bapak Wilson, salah seorang warga Distrik Napua dengan penuh sukacita.

Komandan Pos Napua menegaskan bahwa panen bersama bukan hanya soal bercocok tanam, tetapi juga bentuk nyata kebersamaan. “Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga membantu mereka dalam meningkatkan ketahanan pangan,” ungkapnya.

Dansatgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., menjelaskan bahwa pihaknya juga mendorong masyarakat menggunakan teknik inovatif seperti kebun vertikal, teralis, maupun sistem hidroponik untuk meningkatkan hasil panen, terutama di lahan sempit.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang berkelanjutan. “Pemanfaatan pangan harus terjamin setiap saat, meskipun dihadapkan pada tantangan seperti kekeringan, konflik, atau krisis ekonomi,” tambahnya.

Melalui strategi ini, kebun rumah diharapkan menjadi pilar kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan tingkat keluarga, sekaligus meningkatkan kesehatan, kemandirian, dan kelestarian lingkungan.

Dengan semangat kebersamaan, prajurit Macan Kumbang (Yonif 521/DY) membuktikan bahwa ketahanan pangan dapat terwujud dari tangan sendiri, bersama rakyat.