Tim fogging bersama aparat desa menyiapkan cairan dan peralatan sebelum melakukan penyemprotan di lingkungan warga. (Foto: R. Iyan Satria).
Sukabumi |Matanusa.net – Ancaman demam berdarah dengue (DBD) terus menjadi perhatian serius, terutama di musim hujan yang memicu peningkatan populasi nyamuk Aedes aegypti. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, bersama warga melaksanakan fogging massal di Kampung Asgora RT 04/001, pada Selasa (26/8/2025).
Kepala Desa Nyangkowek, A. Haris, menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk mencegah penyebaran nyamuk penyebab DBD agar tidak sampai menimbulkan korban.
“Kami tidak ingin menunggu ada warga yang sakit dulu. Fogging ini adalah bentuk keseriusan desa untuk menjaga kesehatan masyarakat. Pencegahan lebih baik daripada penanganan,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi.
Respons Cepat dari Warga dan Aparat Desa
Laporan awal berasal dari warga yang merasa resah dengan meningkatnya jumlah nyamuk di lingkungan rumah. Menanggapi hal tersebut, Ketua RT 04, H. Endih, bersama Ketua RW, Heri, dan Kepala Dusun, Cecep, langsung berkoordinasi dengan pihak desa. Permohonan fogging kemudian disampaikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, yang ditindaklanjuti dengan pelaksanaan penyemprotan.
“Kami bergerak cepat karena kesehatan warga adalah prioritas. Sinergi antara RT, RW, kadus, hingga pemerintah desa membuktikan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat kita,” ungkap H. Endih.
Sejumlah warga Desa Nyangkowek duduk bersama sambil menunggu pelaksanaan fogging massal sebagai langkah pencegahan DBD.
Fogging Menyeluruh dan Edukasi Warga
Pelaksanaan fogging mencakup area rumah warga, selokan, saluran air, hingga titik-titik rawan genangan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Warga tampak antusias dan ikut mendampingi petugas selama kegiatan berlangsung.
Selain penyemprotan, pemerintah desa juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya gerakan 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta memanfaatkan kembali barang bekas agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Petugas bersama perangkat desa melakukan pencatatan administrasi warga terkait kegiatan fogging massal di Desa Nyangkowek.
“Kalau hanya mengandalkan fogging tidak cukup. Kebersihan lingkungan harus jadi kebiasaan sehari-hari. Itu kunci utama mencegah DBD,” tegas Kepala Dusun Cecep.
Petugas melakukan penyemprotan fogging di salah satu rumah warga Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti.
Kesadaran Kolektif Jadi Kekuatan
Langkah preventif ini mendapat apresiasi dari warga. Mereka berharap kegiatan serupa rutin dilakukan, terutama di wilayah rawan.
“Dengan adanya fogging, kami merasa lebih tenang. Tapi kami juga sadar, tanggung jawab menjaga lingkungan sehat tetap ada di tangan kita semua,” ujar salah satu warga.
Pemerintah Desa Nyangkowek menargetkan kegiatan serupa bisa diperluas ke RT dan RW lain agar seluruh wilayah desa benar-benar terjaga dari ancaman DBD.
“Semoga dengan upaya bersama ini, masyarakat Desa Nyangkowek bisa terbebas dari ancaman DBD dan menjadi contoh desa yang tanggap terhadap kesehatan warganya,” pungkas A. Haris.