Sukabumi | Matanusa.net – Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sukabumi, Yuki Ramdan Priana, menilai Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arah kebijakan perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
Kegiatan GPM yang dilaksanakan secara virtual dari Kantor Kementerian Pertanian RI l, pada Sabtu (30/08/2025) ini dipusatkan di Gudang Bulog Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja. Acara turut dihadiri oleh Menteri Pertanian RI, Menteri Dalam Negeri RI, Menteri Perdagangan RI, Direktur BUMN, hingga pemerintah daerah seluruh Indonesia.
Yuki Ramdan Priana menjelaskan, program GPM di Kabupaten Sukabumi telah menyasar 47 kecamatan dengan target distribusi 7 ton beras per kecamatan, meski pelaksanaannya dilakukan bertahap menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Hingga saat ini, penyaluran sudah mencapai 79.300 kilogram beras.
“Bappelitbangda melihat Gerakan Pangan Murah ini bukan hanya sekadar distribusi pangan, tetapi bagian dari strategi pembangunan daerah. Program ini berkontribusi langsung pada stabilitas harga, daya beli masyarakat, serta mendukung pencapaian target pembangunan ekonomi daerah,” ujar Yuki.
Ia juga menambahkan, keberhasilan program ini merupakan hasil sinergi antara berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Bulog, hingga dukungan masyarakat. Bahkan, di sejumlah kecamatan bantuan beras dilengkapi dengan komoditas tambahan seperti sayuran, gula, dan minyak goreng.
“Kami menekankan pentingnya integrasi program pusat dengan kebijakan daerah. Dengan begitu, manfaat GPM bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Melalui GPM, Bappelitbangda berharap arah pembangunan Kabupaten Sukabumi semakin konsisten dalam memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.





