Tambrauw | Matanusa.net – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 763/SBA Pos Yembun bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Yembun menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga di Distrik Yembun, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, pada Selasa (29/7/2025).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat, tetapi juga sebagai wujud konkret pengabdian Satgas dalam mendukung pelayanan kesehatan di wilayah terpencil. Dalam pelaksanaannya, personel TNI bersama tenaga medis menyambangi rumah-rumah warga, memberikan pelayanan medis seperti pemeriksaan tekanan darah, penanganan keluhan sakit ringan, pembagian obat-obatan, vitamin, serta edukasi mengenai pola hidup sehat.
Danpos Yembun, Letda Inf Amiel Navianu Makienggung, S.Tr. Han, menyampaikan bahwa kehadiran Satgas di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial, termasuk bidang kesehatan.
“Hadirnya kami di sini bukan hanya untuk menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap TNI dan meningkatkan semangat kebersamaan,” ujar Letda Amiel.
Selain pelayanan medis, Satgas juga membagikan bantuan sosial berupa obat-obatan ringan, vitamin, dan kebutuhan pokok sebagai bentuk dukungan moril kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini disambut hangat oleh warga. Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan dedikasi yang diberikan oleh Satgas dan tenaga medis Puskesmas Yembun.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran TNI dan tenaga kesehatan yang telah peduli dengan kondisi kami. Bantuan ini sangat bermanfaat dan menunjukkan bahwa kami tidak sendiri,” pungkasnya.
Melalui kegiatan seperti ini, Satgas Yonif 763/SBA membuktikan bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga batas negara, namun juga sebagai sahabat dan pelayan rakyat di wilayah perbatasan. (Yonif 763).