Sukabumi | Matanusa.net — Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pejuang kebersihan lingkungan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dampal Jurig Jawa Barat kembali menggelar aksi sosial. Kegiatan berlangsung di GOR Surken, Jalan Raya Nagrak, Sukamanah, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (17/7/2025).
Dalam aksi spontan tersebut, LSM Dampal Jurig membagikan nasi bungkus Padang dan rokok kepada para sopir dan pegawai penarik truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi yang setiap hari tanpa lelah hilir mudik menarik sampah dari TPS sepanjang jalur Cisaat, Nagrak, Sukasari, Gunungjaya, Kadudampit, hingga Situ Gunung.
“Ini murni spontanitas sebagai wujud solidaritas kemanusiaan dan apresiasi kami kepada para petugas yang bekerja keras menjaga kebersihan, demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat,” ujar Irvan Azis, Ketua LSM Dampal Jurig Jabar.
Menurutnya, meski harus berjibaku dengan aroma sampah di bawah terik matahari, para petugas tetap semangat menjalankan tugas mulia demi terwujudnya visi Kabupaten Sukabumi Mubarokah yang bersih dari sampah dan mendukung program Jabar Istimewa.
Irvan juga menyoroti pentingnya peran para petugas dalam menjaga citra kawasan wisata Sukabumi, khususnya jalur menuju destinasi Situ Gunung yang dikenal dengan jembatan gantung terpanjang di Asia, Curug Sawer, hingga Buper Cinumpang. “Bayangkan jika tidak ada mereka, wisatawan pasti mengeluh karena jalanan kotor dan sampah menumpuk,” tuturnya.
Selain itu, ia berharap pemerintah daerah segera menambah armada truk sampah yang lebih layak dan aman bagi para pegawai. “Truk yang sekarang kondisinya sudah tidak ideal. Jangan sampai ada lagi kecelakaan karena kendaraan yang dipaksa tetap beroperasi padahal tidak layak,” ujarnya.
Terkait kasus hukum yang tengah menimpa pejabat DLH Sukabumi, Irvan enggan berkomentar. Namun, saat diminta tanggapannya tentang penunjukan Dede Zaeni sebagai Plt Kepala Bidang Persampahan DLH, ia menyatakan dukungan penuh.
“Pak Dede sudah teruji, berintegritas, dan sangat paham bidangnya. Kalau bisa segera didefinitifkan saja supaya penanganan sampah lebih fokus,” pungkas Irvan.





