Sukabumi | Matanusa.net — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (7/7/2025). Dalam rangka memperingati Gebyar 10 Muharam 1447 H, KUA Cibadak menggelar kegiatan berbagi santunan bagi anak yatim, jompo, dan pekerja kebersihan sebagai wujud kepedulian sosial dan syukur atas nikmat yang dianugerahkan.
Acara yang dimulai selepas dzuhur ini dihadiri oleh 45 anak yatim, 15 orang jompo, dan 5 pekerja kebersihan yang sehari-hari membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Tampak para undangan duduk dengan tertib, sebagian besar anak-anak mengenakan pakaian muslim serba putih, sementara para jompo hadir dengan wajah yang penuh syukur.
Kepala KUA Cibadak, H. E. Setiawan, secara langsung menyerahkan santunan secara simbolis kepada salah satu anak yatim dan seorang lansia, diikuti dengan penyerahan untuk seluruh penerima. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa bulan Muharam, khususnya tanggal 10, memiliki makna yang dalam sebagai bulan penuh berkah dan momentum untuk memperbanyak amal kebaikan.
“Muharam adalah salah satu bulan mulia dalam Islam, yang mengajarkan kita untuk lebih peduli pada sesama. Memberi santunan kepada anak yatim dan jompo adalah bentuk cinta kasih yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini juga merupakan bentuk rasa syukur jajaran KUA atas kelancaran pelayanan kepada masyarakat selama ini. Ia pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi keagamaan, termasuk kemudahan akses pernikahan ke depannya.
“Santunan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur, berbagi dengan mereka yang membutuhkan, serta terus memperbaiki diri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan kemudian diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pegawai KUA, memohon keberkahan untuk para penerima santunan dan semua pihak yang terlibat. Para peserta tampak terharu, bahkan beberapa anak yatim menyeka air mata ketika menerima amplop santunan dan bingkisan.
Selain memberikan bantuan materi, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun rasa solidaritas dan empati di tengah masyarakat. H. E. Setiawan berharap momentum Muharam ini bisa menjadi titik tolak masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sosialnya.
“Kami berharap masyarakat juga bisa ikut serta menumbuhkan semangat berbagi. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk senantiasa peduli,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan ramah tamah sederhana dan foto bersama seluruh penerima santunan dengan jajaran pegawai KUA. Kehangatan kebersamaan dan senyum para penerima menjadi penutup manis dalam peringatan Gebyar 10 Muharam di KUA Cibadak tahun ini.





