Sukabumi | Matanusa.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong berbagai inovasi dalam mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memantau penggunaan air tanah oleh sektor usaha.
Hal tersebut mengemuka saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menerima audiensi PT Langgeng Cipta Solusi dalam rangka pemaparan dan presentasi produk Smart Watermeter-Nirada, di Pendopo Palabuhanratu, Selasa (15/9/2026).
Dalam audiensi tersebut, turut mendampingi Sekda di antaranya Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Kepala BPKAD Kabupaten Sukabumi, Plt. Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah undangan terkait lainnya.
Manajemen PT Langgeng Cipta Solusi, TB Mulyana, menjelaskan bahwa perusahaannya bergerak di bidang pengembangan teknologi pemantauan (monitoring), khususnya Smart Water Monitoring System.
Menurutnya, teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu pemerintah dalam melakukan pemantauan sekaligus pencatatan penggunaan air tanah secara lebih efektif dan terukur.
“Tujuan kami adalah membantu pengelolaan dan pencatatan penggunaan air tanah, sehingga pada akhirnya produk ini bisa membantu peningkatan PAD di Kabupaten Sukabumi, khususnya untuk penggunaan air tanah yang sifatnya komersial,” terangnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menyambut baik terobosan teknologi yang ditawarkan. Menurutnya, inovasi diperlukan untuk menggali sekaligus mengoptimalkan berbagai sumber penerimaan daerah.
Sekda menegaskan, pemerintah daerah perlu terus mencari terobosan agar peningkatan pendapatan tidak hanya bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat maupun provinsi.
“Hari ini, terus terang saja, kalau mengandalkan uang dari pusat atau dari provinsi kita jangan berharap banyak. Oleh karena itu, bagaimana meningkatkan pendapatan kita. Salah satunya mungkin ada terobosan dari PT Langgeng Cipta Solusi,” ujar Sekda.
Ia menilai, keberadaan alat pemantau digital seperti Smart Watermeter berpotensi menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kendala pencatatan penggunaan air bawah tanah oleh pelaku usaha.
Terlebih, penggunaan air tanah cukup beragam, mulai dari sektor industri, peternakan, hingga perhotelan yang memiliki kebutuhan air cukup besar.
Namun demikian, Sekda menekankan bahwa penerapan teknologi tersebut harus melalui kajian yang matang. Perangkat daerah teknis terkait diminta melakukan kalkulasi mengenai potensi penerimaan, efisiensi biaya, serta skema kerja sama yang memungkinkan diterapkan.
“Kita kan harus hitung-hitungan juga, berapa potensi yang menggunakan air bawah tanah di Kabupaten Sukabumi kalau dipasang alat ini. Nanti bisa kita kaji lebih lanjut bentuk kerja samanya,” pungkasnya.
Melalui kajian tersebut, Pemkab Sukabumi diharapkan dapat memastikan bahwa penerapan teknologi Smart Watermeter tidak hanya mendukung pengawasan pemanfaatan air tanah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD sekaligus mendorong tata kelola sumber daya air yang lebih efektif dan transparan.





