Dari REHAB HATI hingga RESET HATI, Jejak Pendampingan Ade Abdul Jalal Menembus Ruang Digital

Sukabumi | Matanusa.net — Perkembangan media sosial dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah cara masyarakat mencari informasi, berbagi pengalaman, hingga menemukan ruang untuk bercerita ketika menghadapi persoalan kehidupan.

Di tengah perubahan tersebut, hadir RESET HATI, sebuah ruang edukasi digital yang dikembangkan Ade Abdul Jalal, praktisi ruqyah dan pendamping masyarakat asal Sukabumi.

Namun, perjalanan RESET HATI tidak lahir begitu saja dari dunia digital. Jauh sebelum aktif melalui media sosial, Ade telah menjalani proses panjang dalam mendampingi masyarakat secara langsung.

Ia pernah menjadi praktisi sekaligus trainer di REHAB HATI FOUNDATION, serta mendirikan RUMAH REHAB CIREBON sebagai ruang pelayanan dan edukasi masyarakat.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal penting bagi Ade ketika membawa pendekatan pendampingannya ke ruang digital agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Dari Pendampingan Langsung Menuju Ruang Digital

Lahir di Sukabumi, Ade Abdul Jalal menapaki perjalanan panjang dalam dunia edukasi, ruqyah, dan pendampingan masyarakat.

Dalam perjalanan tersebut, ia berhadapan dengan beragam persoalan kehidupan, mulai dari masalah keluarga, hubungan suami istri, konflik emosional, kehilangan kepercayaan, persoalan orang tua dan anak, hingga pergulatan batin yang kerap tidak terlihat oleh orang lain.

Dari pengalaman itu, Ade menemukan satu hal penting: tidak semua orang datang hanya untuk mencari jawaban.

Sebagian membutuhkan ruang untuk didengarkan, dipahami, dan dibantu melihat persoalan dengan lebih jernih.

“Banyak orang datang bukan hanya membutuhkan jawaban, tetapi membutuhkan ruang untuk dipahami. Karena terkadang seseorang sudah terlalu lama memendam masalahnya sendiri,” ujar Ade Abdul Jalal, pada Senin (17/8/2026).

Seiring berkembangnya teknologi dan berubahnya kebiasaan masyarakat dalam memperoleh informasi, Ade kemudian mentransformasikan pengalaman pendampingan tersebut ke ruang digital.

Dari sinilah RESET HATI mulai dikembangkan sebagai ruang edukasi yang menghadirkan pengalaman lapangan ke tengah masyarakat melalui media sosial.

Membahas Persoalan yang Dekat dengan Kehidupan

Melalui akun ADE ABDUL JALAL | RESET HATI, Ade menghadirkan beragam konten edukasi serta sesi live yang membahas persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tema yang diangkat antara lain komunikasi dalam rumah tangga, konflik pasangan, rasa kecewa, kehilangan kepercayaan, luka emosional, hubungan orang tua dan anak, pengelolaan emosi, hingga upaya seseorang menata kembali arah kehidupannya.

Pendekatan yang digunakan tidak hanya melihat persoalan dari sisi hubungan antarmanusia, tetapi juga mengaitkannya dengan nilai-nilai spiritual dan refleksi keislaman.

Menurut Ade, persoalan kehidupan tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan memberikan nasihat. Seseorang perlu memahami apa yang sedang terjadi dalam dirinya, mengenali pola persoalan yang dihadapi, kemudian menentukan langkah yang lebih sehat dan bijaksana.

“Kalau seseorang hanya mengulang luka terus-menerus, dia akan semakin lelah. Harapannya setelah berada di RESET HATI, seseorang bisa memahami dirinya, melihat masalah dengan lebih jernih, dan menemukan langkah yang bisa dilakukan,” jelasnya.

Tumbuh Bersama Masyarakat di Media Sosial

Perkembangan RESET HATI di media sosial menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap edukasi mengenai persoalan keluarga dan kondisi emosional.

Dalam waktu sekitar dua setengah bulan sejak dikembangkan secara serius melalui TikTok, akun tersebut telah mengalami pertumbuhan pengikut yang signifikan hingga mencapai lebih dari 180 ribu pengikut.

Tidak hanya melalui jumlah pengikut, interaksi juga berlangsung melalui sesi live yang mempertemukan Ade dengan masyarakat dari berbagai daerah.

Berbagai persoalan disampaikan secara langsung oleh penonton. Pembahasan pun kerap berkembang berdasarkan pengalaman nyata yang sedang dihadapi masyarakat.

Bagi Ade, perkembangan tersebut bukan sekadar persoalan angka.

“Bagi saya, follower bukan hanya angka. Di balik satu follower ada manusia dengan perjalanan hidup, keluarga, dan masalahnya masing-masing. Itu yang membuat kita harus berhati-hati dalam memberikan edukasi,” katanya.

Bukan Sekadar Tempat Curhat

Ade menegaskan, RESET HATI tidak dibangun semata-mata sebagai tempat masyarakat mencurahkan masalah.

Menurutnya, curhat dapat menjadi pintu awal bagi seseorang untuk mengeluarkan beban yang selama ini dipendam. Namun, setelah itu tetap diperlukan proses untuk memahami persoalan dan menentukan langkah yang tepat.

Karena itu, RESET HATI diarahkan sebagai ruang edukasi dan refleksi agar masyarakat tidak berhenti pada tahap menceritakan masalah, tetapi juga belajar memahami diri dan kondisi yang sedang dihadapi.

Ade juga menyadari adanya batas antara edukasi, pendampingan, dan penanganan profesional.

Ia menilai masyarakat tetap perlu mendapatkan bantuan tenaga profesional apabila menghadapi kondisi yang memang membutuhkan penanganan khusus.

“Tidak semua persoalan harus kita jawab sendiri. Ada kondisi tertentu yang memang membutuhkan bantuan profesional. Menurut saya, justru memahami batasan itu merupakan bagian dari proses pendampingan yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Dari Sukabumi, Membawa Pengalaman untuk Masyarakat Lebih Luas

Meski kini aktivitasnya berkembang dari Kota Cirebon, Sukabumi tetap menjadi bagian penting dari perjalanan hidup Ade Abdul Jalal.

Dari kota kelahirannya tersebut, ia membawa pengalaman dan nilai yang kemudian berkembang dalam berbagai aktivitas pendampingan masyarakat hingga akhirnya hadir dalam bentuk RESET HATI.

Perjalanan dari REHAB HATI FOUNDATION, kemudian mendirikan RUMAH REHAB CIREBON, hingga berkembang menjadi RESET HATI, menjadi bagian dari proses panjang Ade dalam mencari bentuk pelayanan yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Jika sebelumnya interaksi lebih banyak dilakukan secara langsung, kini teknologi memungkinkan pesan edukasi tersebut menjangkau masyarakat lintas daerah melalui ruang digital.

“Saya percaya setiap tempat memiliki cerita. Sukabumi adalah bagian dari perjalanan hidup saya. Apa yang saya lakukan hari ini juga tidak terlepas dari perjalanan dan pengalaman yang saya dapatkan selama mendampingi masyarakat,” ungkap Ade.

Ingin Membangun Ruang agar Masyarakat Tidak Merasa Sendirian

Ke depan, Ade berharap RESET HATI tidak berhenti sebagai sebuah akun media sosial.

Ia ingin mengembangkan RESET HATI menjadi ruang edukasi dan komunitas yang dapat menghadirkan manfaat lebih luas, baik melalui konten digital maupun berbagai kegiatan nyata di tengah masyarakat.

Baginya, keberhasilan sebuah ruang pendampingan bukan hanya diukur dari seberapa banyak orang yang datang, tetapi juga dari perubahan yang terjadi setelah seseorang mendapatkan pemahaman dan dukungan.

“Harapan saya sederhana. Ketika seseorang datang dalam keadaan lelah, semoga mereka bisa pulang dengan hati yang sedikit lebih tenang dan memiliki harapan untuk memperbaiki kehidupannya,” pungkas Ade Abdul Jalal.

Dari Sukabumi, perjalanan itu kini terus bergerak. Berawal dari pendampingan secara langsung, berkembang melalui REHAB HATI FOUNDATION dan RUMAH REHAB CIREBON, hingga bertransformasi menjadi RESET HATI di ruang digital.

Sebuah perjalanan yang membawa pesan sederhana: ketika hati sedang lelah, seseorang tidak selalu membutuhkan banyak nasihat. Terkadang, ia hanya membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak, memahami dirinya, dan menemukan kembali arah untuk melangkah.