Sukabumi | Matanusa.net – Lembaga Kerja Sama Tripartit Kabupaten Sukabumi menggelar diskusi bersama di Pendopo Sukabumi, Kamis (22/10/2026), untuk membahas upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memperkuat perlindungan ketenagakerjaan.
Kegiatan tersebut diikuti Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas bersama unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Pertemuan ini menjadi wadah dialog untuk menyampaikan aspirasi, bertukar pandangan, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang berkaitan dengan investasi dan ketenagakerjaan di Kabupaten Sukabumi.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Bupati H. Asep Japar bersama dirinya terus berupaya melakukan pembaruan demi mendorong pembangunan daerah ke arah yang lebih baik, termasuk dalam menciptakan iklim investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Semakin ke depan, kami ingin semakin baik. Makanya kami terus melakukan pembaruan,” ujarnya.
Menurut Andreas, keberadaan Lembaga Kerja Sama Tripartit memiliki peran penting sebagai ruang komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Melalui dialog tersebut, berbagai masukan dapat dihimpun sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki iklim investasi di Kabupaten Sukabumi.
Ia berharap, iklim investasi yang kondusif dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga para pekerja. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan beriringan dengan terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan perlindungan hak-hak tenaga kerja.
“Berbagai masukan di sini kami catat dan bahas agar iklim investasi di Sukabumi semakin baik. Sehingga nantinya bisa sama-sama senang. Pengusaha senang, pemerintah senang, dan pekerja senang,” ucapnya.
Lebih lanjut, Andreas menekankan pentingnya menjaga komunikasi di antara seluruh unsur yang tergabung dalam Lembaga Kerja Sama Tripartit. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan diperlukan agar setiap persoalan dapat dibahas bersama dan dicarikan jalan keluar secara konstruktif.
Ia pun berharap sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja terus diperkuat sehingga tercipta keseimbangan antara kepentingan investasi, keberlangsungan usaha, dan kesejahteraan tenaga kerja.
“Semua komunikasinya harus baik. Kita terus mencari solusi agar iklim investasi Sukabumi lebih baik dan semua sama-sama happy,” pungkasnya.





