Wabup Sukabumi Tegaskan Peran Organisasi Keagamaan Krusial Jaga Ketertiban Umat Jelang Ramadan 2026

Foto: Dokpim.

Sukabumi | Matanusa.net – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menegaskan peran organisasi keagamaan sangat krusial dalam menjaga kepentingan umat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan 2026. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus dan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (11/2/2026).

Kegiatan yang digelar di Majelis Ta’lim Robi’atul Adawiyah itu turut melantik pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Komunitas Tilawah Tigapuluh (KTT) desa se-Kecamatan Cidahu.

Dalam sambutannya, Wabup Andreas menyampaikan bahwa Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas ibadah dan kegiatan sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia menilai lembaga-lembaga keagamaan memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Ramadan akan diwarnai dengan berbagai kegiatan ibadah dan sosial. Peran lembaga keagamaan sangat penting agar seluruh aktivitas tersebut berjalan tertib, aman, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Wabup juga meminta para pengurus yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing lembaga. Ia menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dengan unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen umat guna menciptakan suasana kondusif selama Ramadan.

Sementara itu, Camat Cidahu Tamtam Alamsyah berharap keberadaan empat lembaga keagamaan tersebut dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga rasa aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama di wilayahnya. Menurutnya, sinergi antara MUI, UPZ, FKUB, dan KTT merupakan pilar penting dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Kecamatan Cidahu.

Ketua MUI Kecamatan Cidahu, Ismail, menilai pelantikan ini menjadi bukti nyata kekompakan antara ulama dan umara. Ia menyebut kolaborasi tersebut sebagai modal utama dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan toleran.

Ismail juga menyoroti pelantikan pengurus FKUB sebagai momentum bersejarah bagi kerukunan umat beragama di Cidahu.
“Ini merupakan kali pertama saudara-saudara kita dari nonmuslim bisa berkumpul bersama dalam prosesi pelantikan FKUB. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi yang terus kita jaga di Cidahu,” pungkasnya.

Dengan pelantikan tersebut, diharapkan seluruh lembaga keagamaan di Kecamatan Cidahu dapat semakin solid dan responsif dalam melayani umat, sekaligus menjadi penguat harmoni sosial menjelang dan selama bulan suci Ramadan 2026.

Pos terkait