Libur Panjang, Kendaraan ODOL Jadi Ancaman: DPR Minta Sanksi Tegas!

Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, Mendesak Pemerintah Diminta Tegas Tilang Kendaraan ODOL Selama Libur Panjang Untuk Cegah Kecelakaan. (Foto: Istimewa).

Matanusa, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, mendesak pemerintah untuk menindak tegas kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dengan sanksi tilang dan denda, guna mencegah potensi kecelakaan lalu lintas selama libur panjang. “Kepolisian dan Dinas Perhubungan harus berani menindak kendaraan ODOL, yang jelas-jelas mengganggu kelancaran lalu lintas dan berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan,” kata Sudjatmiko, pada Senin (27/1/2025).

Desakan ini muncul seiring meningkatnya volume kendaraan di jalan raya, terutama pada libur panjang Isra Miraj dan Imlek yang berlangsung dari 25 hingga 29 Januari 2025. Menurutnya, kendaraan ODOL tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga memperburuk situasi lalu lintas yang sudah padat. “Dengan banyaknya kendaraan yang melintas, risiko kecelakaan semakin tinggi. Ini harus segera diatasi,” tambah Sudjatmiko.

Selain itu, praktik ODOL juga menyebabkan kerusakan parah pada berbagai ruas jalan tol dan arteri utama, seperti Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan Tol Cipularang. “Kerusakan jalan ini meningkatkan biaya perawatan yang dibebankan pada pemerintah, dan tentunya merugikan masyarakat karena perjalanan menjadi terhambat dan membahayakan keselamatan,” ujarnya.

Kepadatan lalu lintas yang terjadi selama libur panjang ini menjadi perhatian serius. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat ada 1,5 juta kendaraan yang keluar dari Jabodetabek, meningkat 10,9 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal. “Kami memerlukan pengaturan lalu lintas yang lebih baik, termasuk pengaturan kendaraan berat di jalur tertentu selama periode padat kendaraan,” ujar Sudjatmiko.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum agar mengurangi kepadatan di jalan raya. “Penting bagi kita semua untuk memiliki kesadaran bersama. Jika masyarakat mendukung, kita bisa menciptakan situasi lalu lintas yang lebih aman dan nyaman,” tandasnya.